Selasa, 8 Syawwal 1445 H | 16 April 2024
Inflasi September 2023 Tercatat 2,28 Persen, BPS Ungkap Pemicunya
Ilustrasi

PEKANBARU - Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2023 sebesar 2,28 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Sedangkan secara bulanan atau month-to-month (mtm) inflasi tercatat sebesar 0,19 persen.

Amalia menjelaskan, inflasi secara tahunan sebesar 2,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,44. Jika dilihat secara tahunan, Amalia menuturkan penyebab inflasi tahunan, yakni kelompok makanan dan minuman serta tembakau dengan beras sebagai pemicu utama.

"Beras tercatat mengalami inflasi dengan andil 0,55 persen, rokok kretek filter dengan andil 0,19 persen dan bawang putih 0,08 persen serta rokok putih 0,07 persen," kata Amalia saat rapat koordinasi (Rakor) pengendalian inflasi daerah secara virtual, di RCC Menara Lancang Kuning, Pekanbaru, Selasa (3/10/2023).

"Beberapa komoditas lainnya yang menjadi penyumbang terbesar inflasi September 2023 adalah biaya kontrak rumah 0,1persen, emas perhiasan 0,08 persen," imbuh Amalia.

Lebih lanjut disampaikan, BPS mencatat inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) September 2023 sebesar 0,19 persen. Penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau, dengan inflasi 0,35 persen dan andil inflasi sebesar 0,09 persen.

Lebih rinci, Amalia menuturkan komoditas penyumbang inflasi bulanan terbesar yaitu beras dengan andil inflasi 0,18 beras. Lalu, bensin dengan andil inflasi 0,6 persen sejalan dengan penyesuaian BBM subsidi. 

Selain itu, lanjutnya, adapula tarif pulsa ponsel yang memberikan andil inflasi 0,1 persen, biaya kuliah, rokok kretek dan daging sapi yang juga memberikan andil sebesar 0,1persen.

"Di sisi lain, telur ayam ras, bawang merah, cabai rawit, bawang putih memberikan andil deflasi. Selain komoditas di atas, tarif angkutan udara juga memberikan andil deflasi terhadap IHK bulan September 2023," tutupnya.

Berikut provinsi dengan inflasi terendah adalah: 

Gorontalo 1,16 persen

Sulawesi Utara 1,16 persen

Sulawesi Barat 1,19 persen

Papua 1,28 persen

Jambi 1,70 persen

Aceh 1,83 persen

Kalimantan Tengah 1,88 persen

DKI Jakarta 1,89 persen

Sumatera Barat 1,94 persen

Riau 1,96 persen

11. Banten 2,04 persen

Adapun provinsi dengan inflasi tertinggi yaitu:

Babel 3,55 persen

Sulawesi Utara 3,46 persen

Maluku Utara 3,34 persen

DI Yogyakarta 3,30 persen

Maluku 3,1 persen

Kalimantan Timur 3,07 persen

Jawa Timur 3,07 persen

Kalimantan Selatan 2,72 persen

Papua Barat 2,62 persen

Jawa Tengah 2,49 persen

(MC Riau/Alw). 

(Mediacenter Riau/Alw)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

BMKG Dorong Langkah Kolaboratif Atasi Perubahan Iklim

Selasa, 02 April 2024 | 17:51:12 WIB

Yuk Baca Mudikpedia agar Mudik Ceria dan Penuh Makna

Kamis, 28 Maret 2024 | 01:14:10 WIB

Menkeu: APBN Terjaga Surplus dengan Kinerja Baik

Senin, 25 Maret 2024 | 18:44:23 WIB

Kementerian PANRB Perkenalkan Wajah Baru e-SAKIP Reviu

Kamis, 22 Februari 2024 | 06:50:20 WIB

Inilah Perpres 32/2024 tentang Publisher Rights

Rabu, 21 Februari 2024 | 10:39:44 WIB