Kamis, 17 Syawwal 1445 H | 25 April 2024
FK Unri Gelar Baksos, Edukasi SOPK, dan Kesehatan Reproduksi Remaja
FK Unri melaksanakan edukasi dan bakti sosial dengan tema Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) dan Kesehatan Reproduksi Remaja.

PEKANBARU - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (Unri) menggelar kegiatan edukasi dan bakti sosial dengan tema Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) dan Kesehatan Reproduksi Remaja. Acara ini diadakan dalam rangka pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Riau Tahun 2023

Pada kegiatan bakti sosial ini diadakan talkshow yang diberikan oleh dr. Nicko Pisceski KS, Sp.OG, Subsp. FER dan turut dihadiri dr. Noviardi, SpOG, Subsp. Obginsos yang merupakan dosen dan konsulen di FK UNRI.

Ketua tim pelaksana kegiatan dr. Nicko Pisceski Kusika Saputra, SpOG, Subsp. FER, mengatakan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada sabtu (07/10/2023) lalu. Acara talkshow juga turut diberikan oleh dr. Ratu Astuti Dwi Putri dan dr. Citra Utami Effendy yang merupakan dokter Residen Obstetri dan Ginekologi FK UNRI. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pemeriksaan langsung ultrasonografi (USG) kepada 100 santriwati Pondok Pesantren Baiturrahman An Nizhom Minas

"Acara ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat," ujar ketua tim pelaksana kegiatan dr. Nicko Pisceski Kusika Saputra, SpOG, Subsp. FER, Selasa (10/10/2023).

Ia mengatakan Sindrom Ovarium Poli Kistik atau yang biasa dikenal dengan istilah SOPK  umumnya didefiniskan sebagai kumpulan gejala yang diakibatkan oleh gangguan hormon yang dapat terjadi pada wanita usia reproduktif.

Dijelaskan, bahwa seorang wanita yang memiliki SOPK mengalami siklus haid yang tidak teratur, dan kelebihan hormon androgen (hormon yang dominan pada pria) sehingga memiliki bentuk kista abnormal pada sel telur dan gagal mengeluarkan sel telur setiap periode haid. 

"Gejala yang mungkin disebabkan oleh SOPK antara lain berupa siklus mestruasi yang tidak teratur, sulit memiliki keturanan, timbul jerawat dan kulit yang berminyak, timbuhnya rambut halus pada daerah seperti dada, punggung, atau perut, dan kebotakan atau rambut yang semakin menipis," sebutnya.

"Kegiatan bakti sosial kali ini memang dikhususkan kepada para remaja sebagai generasi muda, untuk meningkatkan pengetahuan dan deteksi dini mengenai SOPK," ucapnya. 

Lanjut dr. Nicko diharapkan dengan adanya kegiatan ini, remaja menjadi lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi dalam mempersiapkan masa suburnya. "Pada saat ini yang kita tau pola hidup remaja tidak begitu baik. Sehingga diharapkan peserta dapat menghindari faktor risiko yang mempengaruhi kejadian SOPK, faktor risiko tersebut antara lain kurang olahraga, Indeks Masa Tubuh yang tidak normal, kebiasaan memakan makanan cepat saji" tuturnya.

Masih kata dr. Nicko, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai SOPK dan kesehatan reproduksi umumnya kepada santriwati guna memberikan luaran yang baik dalam meningkatkan kualitas hidup wanita pada umumnya.

Lewat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini FK UNRI berusaha meningkatan pengetahuan peserta mengenai SOPK dan pentingnya kesehatan reproduksi remaja, sebagai salah satu faktor penting kesehatan reproduksi. Di akhir acara juga dilakukan evaluasi pengetahuan peserta, dibandingkan sebelum dan setelah diberikan edukasi. 

dr. Nicko berujar, tujuan jangka panjang acara ini juga diharapkan menurunnya insidensi SOPK dan komplikasinya khususnya pada wanita usia subur di Pekanbaru serta menurunnya penyakit metabolik. 

"Selain itu juga untuk memberikan kontribusi dalam menurunkan angka keguguran, menurunkan resiko kecacatan dan kematian bayi sebagai salah satu indikator Sustainable Development Goals (SDG’s) yang harus kita capai bersama pada tahun 2030, serta menurunkan angka infertilitas pada pasangan usia subur dan menekan penyakit perdarahan uterus abnormal pada masa yang akan datang," ujar dr. Nicko.

Adapun rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya dilakukan edukasi mengenai SOPK dan kesehatan reproduksi secara periodik mulai dari usia remaja atau usia produktif. Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi gratis khususnya wanita reproduktif. Kegiatan ini berjalan lancar dan sukses. Panitia berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta atas suksesnya pelaksanaan kegiatan. 

"Termasuk kepada Dekan FK Unri, Ketua LPPM UNRI, serta kepala sekolah beserta seluruh jajaran guru dan pegawai Pondok Pesantren Baiturrahman An-Nizhom Minas yang telah memfasilitasi acara ini dengan baik. Ucapan terima kasih juga diaturkan kepada Ketua Perhimpunan Dokter Obstetri dan Ginekologi Riau Dr. dr. Zulmaeta, Sp.OG, Subsp. KFM," tandasnya. 

(Mediacenter Riau/MC Riau)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Pentingnya Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini

Rabu, 24 April 2024 | 21:56:51 WIB