Selasa, 25 Sya'ban 1445 H | 05 Maret 2024
P3E Sumatera Fasilitasi 7 Kabupaten/Kota di Riau Dalam Pengelolaan Mangrove

PEKANBARU - Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Sumatera melakukan fasilitasi integrasi, perencanaan perlindungan, dan pengelolaan ekosistem mangrove pada tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Tujuh kabupaten/kota tersebut yakni Kota Dumai, Kabupaten Siak, Pelalawan, Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada ekosistem mangrove yang berada di lokasi Area Penggunaan Lain (APL).

Kepala P3E Sumatera Puji Iswari, diwakili Kabid Koordinasi Perencanaan Pengendalian Pembangunan Ekoregion Laura Paulina mengatakan, bahwa berdasarkan data Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Indragiri Rokan.

Di Provinsi Riau terdapat 224.000 hektar kawasan mangrove yang terbagi menjadi empat kawasan, yaitu kawasan konservasi, kawasan produksi, kawasan lindung, dan kawasan APL.

"19,6 persen dari keseluruhan kawasan mangrove di Provinsi Riau tersebut merupakan kawasan APL yang tersebar si tujuh kabupaten/kota," katanya pada kegiatan Ekspose Arahan Kebijakan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove Provinsi Riau kantor P3E Sumatera, Kamis (12/10/2023).

Kawasan ekosistem mangrove sendiri, demikian Laura, dibagi menjadi tiga yaitu mangrove lebat, mangrove sedang, dan mangrove jarang. Di kawasan APL, terdapat 41.000 hektar mangrove lebat, 1.480 hektar mangrove sedang, dan mangrove jarang seluas 1.490-an hektar. 

Laura mengatakan ekosistem mangrove terluas dari tujuh kabupaten/kota tersebut berada di daerah Indragiri Hilir dengan luas mangrove lebatnya berada di angka 21.000 hektar, mangrove sedangnya seluas 500-an hektar, dan mangrove jarang 300-an hektar. 

"Dan yang paling kecil itu di Kota Dumai, dimana mangrove lebatnya 762 hektar, sedangnya 40 hektar, dan jarangnya 130 hektar," ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Nasional terdapat tiga kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga ekosistem mangrove yang ada.

Pada ekosistem mangrove lebat akan dipertahankan kondisinya, sementara ekosistem mangrove yang tingkat kerapatannya sedang akan ditingkatkan agar kerapatannya menjadi lebat dan mangrove yang memiliki tingkat kerapatan jarang, akan dipulihkan. 

"Maka dari itu akan dilakukan 3M yaitu mempertahankan, meningkatkan, dan memulihkan untuk di masing-masing lokasi kerapatan," katanya. (Mediacenter Riau Ms)

(Mediacenter Riau/ms)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

TP PKK Riau Gelar Pasar Murah Bersama Disperindagkop UKM

Selasa, 05 Maret 2024 | 11:23:05 WIB

Cek Prakiraan Cuaca Wilayah Riau, Senin 4 Maret 2024

Senin, 04 Maret 2024 | 12:52:51 WIB

TP PKK Riau Tanam 1.000 Bibit Cabai di Kulim Pekanbaru

Senin, 04 Maret 2024 | 12:46:34 WIB