Kamis, 13 Sya'ban 1445 H | 22 Februari 2024
Di Hari Pahlawan Veteran Riau Ungkap Kisah Perjuangan, Begini Ceritanya
Ilustrasi

PEKANBARU - Kemerdekaan yang diraih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tentu saja tidak bisa dilepaskan dari sosok pahlawan dan veteran. Perjuangan mereka dalam meraih dan menjaga kemerdekaan harus dihargai. Seperti pernah diucapkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno, pada pidatonya masa itu, "Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya".

Veteran secara garis besar merupakan warga negara Indonesia yang bergabung dalam kesatuan bersenjata resmi. Mereka diakui oleh pemerintah dan berperan aktif terhadap kegiatan perjuangan menghadapi penjajah. Dalam Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2012 tentang Veteran Republik Indonesia, veteran ditentukan berdasarkan peristiwa keveteranan. 

Berdasarkan UU No 15 tahun 2012 Pasal 3 ayat (2), jenisnya ini terbagi dari veteran pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, veteran pembela kemerdekaan Republik Indonesia, veteran perdamaian Republik Indonesia, dan veteran anumerta Republik Indonesia. Perjuangan mereka tersebar ke seluruh nusantara termasuk di daerah Riau.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Riau Letkol (Purn), HM Toyib mengatakan, berbagai peristiwa kerap terjadi  setelah Indonesia merdeka. Sehingga para veteran harus waspada untuk melindungi bangsa.

Toyib menceritakan, di mana pada tahun 1965 ia mendapatkan penugasan untuk menjaga kawasan Sumatra terhadap Konfrontasi Indonesia-Malaysia.

"Penugasan saya itu pada tahun 1965 untuk konfrontasi dengan Malaysia. Peristiwa ini terjadi antara Federasi Malaysia dan Indonesia di tahun 1962 - 1966,” katanya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Dharma, Kota Pekanbaru, Jumat (10/11).

Dijelaskannya, peristiwa tersebut menjadi pengalaman membekas baginya. Ketika itu, ia baru saja menyelesaikan tugas di Pulau Jawa. Namun, langsung ditugaskan kembali di Sumatera, sehingga tak bisa pulang bertemu keluarga. Meski begitu, tugas membela negara tetap dilaksanakannya. 

“Tentunya hal ini sangat membekas bagi saya. Karena dulu itu saya baru usai menyelesaikan operasi di Pulau Jawa, tentu harapannya balik ke Riau untuk pulang. Namun, malah ditempatkan tugas sebagai pengamanan di wilayah Sumatera ini,” jelasnya.

Diungkapkan Toyib, bahwa pada tahun 1965 ia ikut berjuang menjaga NKRI di Sumatera dalam rangka Konfrontrasi Malaysia. Ia menjaga perbatasan negara di Kota Dumai. 

“Pada waktu itu Kota Pekanbaru masih hutan, tidak seperti sekarang ini yang sudah maju. Kita melaksanakan perjalanan ke Kota Dumai dengan berhati-hati. Selama satu bulan penuh jauh dari keluarga, kita berjaga di perbatasan mengatisipasi penyerangan musuh. Alhamdulillah bisa terkendali,” ungkap Toyib. 

Sementara itu, Veteran asal Riau, Sutresno Sukartono berbagi pengalamannya kepada Media Center Riau saat mendapatkan kepercayaan di tugaskan pada Operasi Seroja di Timor Timur tahun 1975. Ia ungkapkan, selama perjuangannya di sana banyak sekali melihat pejuang yang gugur.

“Selama masa perjuangan, yang sangat saya ingat saat Operasi Seroja di Timor Timur pada tahun 1975. Banyak pejuang kita gugur saat itu, dan itu saya melihatnya secara langsung,” terangnya.

Operasi Seroja juga dikenal sebagai Invasi Indonesia ke Timor Timur atau Perang Timor Timur, dimulai pada tanggal 7 Desember 1975. Ketika itu, militer Indonesia masuk ke Timor Timur dengan dalih anti-kolonialisme dan anti-komunisme untuk menggulingkan rezim Fretilin.

“Operasi ini kita lakukan juga sebagai gerak cepat atas mewaspadai bahwa paham komunisme bisa menyebar ke wilayah Indonesia, tentu kita tidak mau. Untungnya kita mampu mengatasinya. Namun, setelah operasi seroja tersebut ada saja berbagai konflik di sana. Sehingga, melalui jalur referendum Timor Timur memisahkan diri dari NKRI,” pungkasnya.

Plt Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (Purn), H Edy Natar Nasution mengatakan, momentum Hari Pahlawan menjadi bentuk rasa syukur dan penghormatan sebagai pemimpin saat ini, kepada para pahlawan yang telah berjuang untuk kemerdekaan NKRI di masa silam. Dengan begitu, sudah seharusnya penghargaan setinggi-tingginya diberikan kepada para pejuang.

“Tentu ini wujud dari rasa syukur kita kepada bangsa dan negara ini, sekaligus juga penghormatan kita kepada para pahlawan yang sudah melakukan perjuangan sebelumnya,” kata Plt Gubri Jumat (10/11/2023) usai ziarah di Taman Makam Pahlawan, Kusuma Dharma, Pekanbaru, Riau. 

(MC Riau/BIB

(Mediacenter Riau/bib)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Prof Dr Irwan Effendi Lantik Empat Dekan Unilak Riau

Rabu, 21 Februari 2024 | 21:57:26 WIB

Wisuda Periode Februari 2024, UNRI Lepas 2.069 Wisudawan

Rabu, 21 Februari 2024 | 19:20:23 WIB

Ery Putra Resmi Jabat Pj Sekda Inhil, Ini Pesan Herman

Rabu, 21 Februari 2024 | 12:53:18 WIB

Nyaris Tewas, Kaki Bocah di Siak Ditarik Harimau

Rabu, 21 Februari 2024 | 11:54:43 WIB

Ery Putra Resmi Dilantik sebagai Penjabat Sekda Inhil

Rabu, 21 Februari 2024 | 11:10:16 WIB

Cek Prakiraan Cuaca Untuk Wilayah Riau Hari ini

Rabu, 21 Februari 2024 | 08:24:32 WIB

Persiapan MTQ XLII Riau, 224 Peserta Lakukan Pendaftaran

Rabu, 21 Februari 2024 | 00:30:52 WIB

UPT Samsat Pekanbaru Hadir di Kampus UMRI,Ini Tujuannya

Rabu, 21 Februari 2024 | 00:29:45 WIB

Momen Haru Malam Purna Tugas Gubri Edy Natar Nasution

Selasa, 20 Februari 2024 | 22:27:14 WIB