Jumat, 11 Syawwal 1445 H | 19 April 2024
Meriahnya Melayur Jalur Carano Kuansing Bersama Gubernur Riau

KUANSING - Gubernur Riau (Gubri) Brigjen TNI (purn) Edy Natar Nasution, hadir di acara melayur jalur carano Kuansing. Kegiatan ini berlangsung di Desa Koto Tuo, Kecamatan Kuatan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Jumat (08/12/2023) malam.

Kehadiran Gubri Edy Nasution di sambut meriah oleh seluruh warga. Tampak dari pantauan Media Center Riau, mulai dari tari sombah carano hingga randai mengiringi kemariahan acara ini.

Dikatakan, Gubernur Edy Nasution bahwa dirinya sangat senang dapat menyaksikan acara tradisi masyarakat Kuansing tersebut. Menurutnya budaya seperti inilah yang harus di jaga dan dikenalkan sampai generasi penerus.

“Saya sendiri malam ini baru pertama kali melihatnya dan bagaimana tradisinya harus kita jaga. Itulah sebabnya kenapa saya mau melangkahkan kaki ke sini," katanya.

“Tadi sudah disampaikan oleh Kepala Desa, bahwa ini adalah merupakan sebuah tradisi yang sudah berjalan secara turun menurun. Rasanya tidak pas kalau saya sebagai Gubernur tidak mengetahui ini,” lanjutnya.

Dijelaskan, apabila suatu ketika ada tamu dari luar daerah Riau. Kemudian, bertanya tentang kebudayaan yang ada di kabupaten Kuantan Singingi, sudah seharusnya masyarakat bangga menjawab tradisi pacu jalur dan melayur jalur.

“Oleh karena itulah saya ingin tahu secara langsung melihat di lapangan ini. Sekaligus saya ingin bersilaturahmi bersama masyarakat,” jelasnya.

Diungkapkan, ia pun senang melihat antusias ratusan warga yang memadati lokasi melayur jalur. Dengan begitu, mantan Danrem Wira Bima/031 ini juga dapat menjadi kegiatan ini untuk wadah menyapa masyarakat.

“Karena itulah pada malam hari ini saya sangat berbahagia karena bisa bertemu dengan kita semua mudah-mudahan pertemuan kita ini merupakan pertemuan yang Allah ridhoi Amin ya robbal alamin," ungkapnya.

Sementara, Kepala Desa Koto Tuo, H Sunan Hijar menerangkan melayur jalur merupakan tradisi yang sudah ada sejak dulu. Melayur jalur berfungsi untuk mengembangkan perahu, dengan cara posisi jalur tersebut ditelungkupkan dan dibakar dari bawah.

“Melayur jalur ini adalah bentuk tradisi turun menurun masyarakat yang ada di sini sejak dulu. Kegiatan tersebut seperti melakukan pengasapan bagian tengah jalur, bertujuan untuk melapangkan jalur yang akan digunakan,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini Desa Koto Tuo sedang mempersiap tiga unit perahu untuk events pacu jalur. Diantaranya berupa satu unit jalur besar dan dua unit jalur mini.

“Pelayuran jalur malam ini menurut kami sangat luar biasa. Pertama jalur yang di layur malam ini jumlahnya 3 unit, biasanya cuman satu. Sekarang tiga unit yakni jalur besar satu dan jalur mini dua,” pungkasnya.

(MC Riau/bib)

(Mediacenter Riau/bib)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Bawaslu Kuansing Buka Posko dan Hotline Pengaduan

Sabtu, 23 Desember 2023 | 19:18:00 WIB

Kunker ke Kuansing, Gubri ajak Masyarakat Salat Berjamaah

Sabtu, 09 Desember 2023 | 08:14:48 WIB

Remaja di Kuansing Tenggelam di Sungai Indragiri

Sabtu, 28 Oktober 2023 | 07:12:00 WIB