Rabu, 9 Syawwal 1445 H | 17 April 2024
Pulang Sosialisasi Pemilu, Polres Rohil Temukan 11 Orang Rohingya yang Mau Dijual ke Malaysian

 Pekanbaru - Anggota Polsek Panipaha, Polres  Rokan Hilir menemukan 11 orang Rohingya dan 11 Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan menyebrang ke Malaysia secara ilegal. Aksi perdagangan orang itu digagalkan saat polisi sedang patroli dan sosialisasi Pemilu 2024.

Saat itu anggota Polsek Panipahan pulang dari patroli Kamtibmas dan sosialisasi menjelang Pemilu 2024. Tiba-tiba polisi menemukan 22 orang yang datang dari Labuhan Batu, Sumatera Utara melalui jalur darat. 

"Sebanyak 11 orang Rohingya dan 11 lainnya WNI yang mau diberangkatkan ke Malaysia," ujar Kapolres Rokan Hilir AKBP Andrian Pramudianto Kamis (4/1).

Andrian menjelaskan, awalnya personel Polsek Panipahan melihat sekelompok orang yang membawa tas pada Rabu (3/1). Polisi mencurigai mereka sebagai TKI ilegal yang mau diberangkatkan. 

"Informasinya ada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Kemudian mereka diperiksa, ternyata ada orang dari etnis Rohingya juga," jelas Andrian.

Rencananya mereka akan menyebrang ke Malaysia melalui Kepulauan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil.

Selain 22 orang itu, polisi juga mengamankan dua pria berinisial MM (44) dan HA (37). Kedua pria itu diduga pelaku yang mengatur keberangkatkan ke 22 orang tersebut.

"Kedua pelaku warga Labuhan Batu, mereka meminta Rp5,5 juta per orang dikali 22 orang, untuk diberangkatkan ke Malaysia menggunakan kapal motor," tutur Andrian.

Saat ini para WNI yang menjadi korban dari TPPO telah dibawa ke Polsek Bangko untuk penyelidikan. Sedangkan para etnis Rohingya diserahkan ke pihak Imigrasi.

"Kami membawa seluruh korban dan terlapor ke Polres Rokan Hilir, lalu beroordinasi dengan Dinas Sosial Rohil, dengan kejaksaan, dengan kepala kantor Imigrasi kelas II TPI Bagansiapiapi," kata Andrian.

Selain itu, polisi juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan terlapor. Untuk 2 orang yang diduga memperdagangkan etnis Rohingya dan WNI itu saat ini diamankan polisi.

"Penyidik masih mendalami kasus ini, nanti akan kita gelar perkara untuk melanjutkan proses hukumnya," kata Andrian.

(Mediacenter Riau/asn)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Ini 5 Posko Mudik Lebaran di Inhu

Kamis, 04 April 2024 | 17:10:20 WIB

Pemprov Riau Safari Ramadan di Indragiri Hulu

Selasa, 02 April 2024 | 21:22:22 WIB

Personel Kodim 0302 Inhu Meninggal saat Pleno KPU Inhu

Kamis, 29 Februari 2024 | 18:40:26 WIB

Stok BBM dan Gas di Inhu Aman Jelang Pemilu

Kamis, 01 Februari 2024 | 10:13:17 WIB