Pekanbaru - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berharap kegiatan rapat pelaksanaan dan evaluasi capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kabupaten/kota se-Provinsi Riau tahun 2023 dan triwulan I 2024 dapat berjalan lancar. Nantinya evaluasi tersebut diharapkan dapat menggerakkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh daerah yang ada di Provinsi Riau dalam memberikan layanan pada masyarakat.
"Evaluasi ini diharapkan dapat gerakkan potensi SDM yang dimiliki daerah, yang juga melibatkan dunia usaha," ujar Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Elly Wardhani katanya Hotel Bono Pekanbaru, Rabu (3/7/2024).
Elly menambahkan, keberhasilan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memberi akses pelayanan yang baik dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Nantinya, dalam evaluasi ini akan dianalisis hal-hal yang menghambat hasil capaian kinerja SPM di daerah.
"Evaluasi hasil akan diukur dari capaian kerja yang dibandingkan dengan target kinerja yang ditetapkan dalam regulasi," imbuhnya.
"Nantinya hal-hal yang menghambat yang ditemukan di dalam monitoring bisa dievaluasi. Akan ada banyak masukan untuk meningkatkan layanan. Jadi SPM ini penting," imbuhnya.
Elly katakan bahwa SPM di Provinsi Riau belum terlaksana dengan optimal. Hal-hal yang mempengaruhinya pun beragam.
"Perangkat daerah pengampu belum optimal mengisi form SPM, belum melalukan pendataan dan koordinasi pelayanan dasar di non-pemerintahan. Entey data di triwulan I belum didukung bukti evident," ucapnya.
Disebutkannya evaluasi ini haruslah fokus kepada sejauh mana SPM memenuhi standar yang telah ditetapkan. Monitoring dan evaluasi yang menjadi kebutuhan mendasar ini diharapkan dapat melihat komitmen dan memajukan capaian SPM di daerah.
Asisten III tambahkan, SPM adalah wujud nyata atas kepedulian negara. Ia katakan bahwa negara peduli tentang pemenuhan hak dasar yang dimiliki warga negara.
"Evaluasi ini adalah wujud nyata kehadiran negara di tengah-tengah masyarakatnya untuk tingkatkan layanan," terangnya.
(Mediacenter Riau/mrs)