Rabu, 24 Sya'ban 1447 H | 11 Februari 2026
Membangun Riau dari Hati: Pesan Gubernur Abdul Wahid di Malam Bujang Dara

PEKANBARU - Semangat generasi muda Riau kembali dipantik lewat ajang bergengsi Bujang dan Dara 2025. Lebih dari sekadar kontestasi, iven tahunan ini menjadi panggung eksplorasi diri bagi pemuda-pemudi yang bersinar lewat prestasi, adab, dan pengetahuan budaya. 

Momentum itu semakin istimewa karena berlangsung pada kegiatan Pekan Budaya Melayu Serumpun yang bersempena dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Riau. Acara tersebut dilaksanakan di Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Kamis (7/8).

Dengan panggung megah berlatar ornamen Melayu, para finalis menunjukkan bakat, kecerdasan, dan pemahaman budaya di hadapan dewan juri dan masyarakat. Seiring gemerlap lampu dan iringan musik, semangat kebudayaan benar-benar terasa mengalir malam itu. Tak hanya menjadi kompetisi, acara ini menjadi panggung ekspresi identitas Melayu yang tetap hidup dalam diri generasi muda.

Gubernur Riau Abdul Wahid menyampaikan pesan sarat makna budaya pada malam puncak pemilihan Bujang Dara Riau. Ia menekankan bahwa acara ini dapat menghidupkan nilai-nilai Melayu di bumi lancang kuning.

“Malam ini bukan sekadar malam puncak kontestasi. Ini adalah malam yang menjadi saksi kalau Melayu belum padam. Ini menandakan bahwa nilai-nilai luhur masih hidup dalam senyum anak muda,” ucapnya.

Menurut Gubernur Abdul Wahid, generasi muda Riau saat ini bukan hanya mewarisi tradisi tetapi juga menjadi aktor utama dalam menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali budaya Melayu dalam bentuk yang relevan dengan zaman. Dengan begitu, sosok mereka dapat tampil menawan dan menguasai nilai-nilai adat.

"Ada tutur mereka yang lembut namun tegas. Dalam langkah mereka yang menjunjung tinggi adab dan kebijakan," tambahnya.

Gubri Abdul Wahid menjelaskan bahwa Provinsi Riau tengah berada dalam sebuah perjalanan kebudayaan yang panjang. Memasuki usia ke-68 tahun ini, pembangunan yang dicapai harus tetap berpijak pada nilai luhur yang menjadi akar kekuatan daerah.

“Kita sedang berdiri dalam sebuah perjalanan panjang kebudayaan. Usia Provinsi Riau yang kini 68 tahun dan setiap langkah pembangunan yang kita capai haruslah ditopang oleh akar nilai yang kokoh. Akar itu adalah budaya dan batang tubuhnya ialah anak muda,” jelasnya.

Diungkapkan, kekayaan Riau bukan hanya terletak pada potensi alam dan sumber daya energi. Lebih dari itu juga pada kebijaksanaan lokal, sastra lisan, hingga kesantunan dalam kehidupan sehari-hari yang masih dijaga masyarakatnya.

“Riau adalah negeri kaya, bukan hanya hasil buminya, tetapi kaya syair, kaya pepatah, kaya martabat,” ungkapnya.

Sehingga, ajang Bujang Dara adalah cerminan kekayaan tersebut. Para finalis bukan hanya tampil dengan paras yang rupawan, namun juga membuktikan diri lewat cara bicara, cara berpikir, serta pemahaman mereka terhadap budaya daerah.

“Pada malam hari ini, kekayaan itu berwujud dalam para finalis bujang dara yang bukan hanya cantik parasnya tetapi anggun dalam cara bicara dan dalam cara berpikirnya." pungkas Gubri Abdul Wahid.

(Mediacenter Riau/bib)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )