Sabtu, 26 Ramadhan 1447 H | 14 Maret 2026

PEKANBARU - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menggelar prosesi peluncuran dua buku penting pada Musyawarah Kerja ke-V Lembaga Adat Rumpun Melayu se-Sumatera. Dua karya tersebut adalah terbitan ulang buku Tunjuk Ajar Melayu karya almarhum budayawan Tenas Effendi dan buku Melayu dan Islam Bersebati karya Mukhtar Samad.

Di Balai Adat LAM Riau yang berdiri megah, suasana penuh warna kuning, hijau, merah, dan emas menyelimuti ruangan. Setiap sudut memantulkan kilau keanggunan Melayu. Kaum perempuan melangkah anggun dalam baju kurung yang dipadu songket hitam berkilau, sementara para lelaki tegap berbusana cekak musang dengan tanjak maupun pecinya. Pemandangan ini seakan menghidupkan kembali semangat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Prosesi arak-arakan buku menjadi salah satu momen yang memikat perhatian. Dengan penuh takzim, dua buku tersebut dibawa menyusuri panggung, sebelum dilakukan prosesi tepung tawar oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAMR, Datuk H. Raja Marjohan Yusuf, yang menyimbolkan penghormatan dan doa restu.

Gubernur Riau, yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas peluncuran buku ini. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna yang mendalam. Sebab sejak masa silam, masyarakat Melayu memuliakan buku sebagai sumber ilmu. 

“Momentum ini sangat istimewa, bersempena Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau, hari yang bersejarah untuk mengenang perjalanan panjang, menghargai jasa para pendiri, dan meneguhkan tekad membawa Riau menuju masa depan yang lebih gemilang,” ujarnya. Sabtu, (9/8/2025). 

Dalam kesempatan itu, Pj Sekda bersama Datuk H. Raja Marjohan Yusuf menyerahkan kedua buku kepada perwakilan LAM dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera. Penyerahan ini menjadi simbol persebaran nilai, ilmu, dan budaya Melayu lintas daerah.

Pj Sekda memandang, peluncuran dua buku ini bukan sekadar peristiwa literasi, tetapi juga penegasan bahwa adat dan budaya masih menjadi denyut nadi kehidupan masyarakat Melayu. Setiap halaman buku yang diarak hari itu seolah membawa pesan, bahwa ilmu dan adat harus berjalan seiring untuk membangun peradaban.

Lebih lanjut, Job mengatakan bahwa kebudayaan Melayu menjadi landasan pembangunan di Provinsi Riau. Dengan slogan “Merawat Tuah, Menjaga Marwah”, budaya dipandang bukan sekadar warisan yang dijaga, melainkan kekuatan yang digerakkan untuk memajukan negeri.

“Sebagaimana pesan Tunjuk Ajar Melayu, pohon takkan tumbuh tanpa akar dan bangsa takkan besar tanpa budaya. Bagi mereka yang mengenal asal-usulnya, tidak akan mudah larut ditelan zaman,” kata Job. 

Ia juga berharap LAM dan seluruh pengurus lembaga adat rumpun Melayu dapat hadir di tengah masyarakat sebagai guru, penuntun, sekaligus penggerak.

“Guru dalam memberi teladan, panutan dalam memberi arah, dan penggerak dalam membangun ekonomi berbasis budaya yang membawa kesejahteraan,” tutupnya.

(Mediacenter Riau/wjh)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )