Selasa, 27 Syawwal 1447 H | 14 April 2026

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Monitoring dan Evaluasi (Monev) persiapan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (13/8/2025), di Kantor Gubernur Riau. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, dan koordinasi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting 

Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Azwan, mengapresiasi Pemprov Riau yang dinilai sigap mempersiapkan pelaksanaan SPPG. Menurutnya, keberhasilan penurunan stunting ditentukan oleh sinergi dan komitmen semua pihak, bukan hanya kualitas program.

“SPPG merupakan instrumen penting untuk memastikan intervensi gizi sampai langsung kepada orang yang tepat sasaran, terutama ibu hamil, balita, dan anak-anak. Ia menambahkan, keberhasilan program ini mencerminkan keseriusan daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Azwan juga menekankan perlunya penguatan kapasitas aparatur, ketersediaan data akurat, dan sistem pengawasan berkelanjutan. Ia berharap Riau menjadi salah satu provinsi percontohan dalam implementasi SPPG yang efektif dan terukur.

Rapat ini menegaskan pentingnya pembentukan tim koordinasi di tingkat kabupaten/kota yang melibatkan lintas perangkat daerah. Optimalisasi sarana pelayanan gizi di fasilitas kesehatan, Posyandu, dan pusat pelayanan gizi juga menjadi fokus pembahasan.

Selain itu, peningkatan kapasitas petugas lapangan dan kader Posyandu melalui pelatihan berkala dinilai penting. Pemanfaatan data terintegrasi diharapkan membuat intervensi lebih tepat sasaran dan menghindari tumpang tindih program.

Partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan SPPG. Warga diharapkan mengikuti penyuluhan gizi, memanfaatkan layanan kesehatan, dan mendukung gerakan pangan bergizi di rumah tangga.

Pj Sekretaris Daerah Provinsi Riau, M. Job Kurniawan, menyebut penurunan stunting memerlukan perencanaan matang dan keterlibatan semua pihak. Pemprov Riau berkomitmen menjadikan SPPG sebagai program prioritas daerah.

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, tapi butuh kerja sama solid antara pemerintah, swasta, dan masyarakat,” tegasnya.

Job juga menekankan pentingnya edukasi pola makan sehat, sanitasi, dan perilaku hidup bersih bagi masyarakat. Menurutnya, perubahan perilaku merupakan kunci penurunan prevalensi stunting secara signifikan.

Dengan dukungan pemerintah pusat, komitmen daerah, dan kesadaran masyarakat, Riau optimis mencapai target penurunan stunting. “Kami ingin memastikan setiap anak di Riau tumbuh optimal dan menjadi generasi berkualitas," tutup Job.

 

(Mediacenter Riau/nan)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

SKO Riau Terima 252 Siswa Baru dari 20 Cabang Olahraga

Senin, 13 April 2026 | 22:26:36 WIB

PSPS Kalahkan Persikad Depok dengan Skor 3-1

Ahad, 12 April 2026 | 21:50:10 WIB