Rabu, 28 Syawwal 1447 H | 15 April 2026

PEKANBARU - Dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi program Gerakan Mahasiswa Peduli Stunting Anak (GEMPITA) Riau yang digelar secara virtual. Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 4 Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesehahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Riau, Elly Hayatinur, menyampaikan secara rinci arah dan strategi gerakan yang akan dijalankan mahasiswa kesehatan dari berbagai universitas yang ada di Bumi Lancang Kuning. 

Elly menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya soal kesehatan semata. Menurutnya, stunting adalah masalah yang jauh lebih kompleks karena berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM). Jika dibiarkan, kondisi ini tidak hanya menghambat tumbuh kembang anak secara fisik, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan kognitif, produktivitas, hingga daya saing generasi muda Riau di masa mendatang.

“Stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga masalah pembangunan SDM yang akan berdampak pada masa depan bangsa,” ujarnya di Ruang Rapat Kediaman Gubernur Riau. Kamis, (4/9/2025). 

Ia menjelaskan bahwa gerakan mahasiswa peduli stunting lahir dari kebutuhan mempercepat penurunan kasus stunting di daerah dengan melibatkan peran aktif generasi muda.

“Tujuan program ini guna meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan stunting sekaligus mendorong kontribusi nyata mereka melalui edukasi, pendampingan, dan aksi langsung di lapangan,” katanya. 

Lebih lanjut, Elly menjelaskan bahwa strategi program ini menekankan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, universitas, dan mahasiswa. Upaya tersebut diperkuat dengan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa serta penggerakan aksi nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, tanpa sinergi semua pihak, tujuan program akan sulit tercapai.

“Kita akan menyasar keluarga dengan balita, ibu hamil, serta remaja sebagai calon orang tua. Karena kelompok ini paling penting untuk diberi perhatian sejak dini agar tidak melahirkan generasi baru yang terdampak stunting,” jelas Elly. 

Menurut Elly, kelompok mahasiswa khususnya mahasiswa kesehatan, memiliki posisi strategis dalam upaya tersebut. Kedekatan usia dan semangat muda membuat mereka lebih mudah diterima masyarakat, terutama oleh kalangan remaja.

“Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberi dampak berkelanjutan melalui perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat,” ujarnya.

Elly optimistis, jika program ini dijalankan secara konsisten, mahasiswa mampu menjadi motor penggerak perubahan baik di desa maupun di kota. Menurutnya, GEMPITA Riau bukan sekadar program biasa, melainkan langkah nyata untuk melahirkan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Ia pun berharap keterlibatan mahasiswa bisa terus berlanjut, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

(Mediacenter Riau/wjh)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Dukung Penghematan Energi, Pemprov Riau Berlakukan WFA

Kamis, 26 Maret 2026 | 16:47:11 WIB