JAKARTA- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas kebijakan berbasis bukti di tingkat daerah.
Melalui berbagai rekomendasi riset yang aplikatif, BRIN berupaya membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.
"Sampai saat ini ada 485 rekomendasi kebijakan yang sudah kita selesaikan dan sudah disampaikan ke 201 pemerintah daerah, dan hari ini akan disampaikan 12 rekomendasi kebijakan yang sudah diselesaikan baru dan akan diserahkan ke-12 pemerintah daerah," jelas Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Yopi, dalam agenda Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025, disiarkan melalui YouTube BRIN, Senin (27/10/25).
Disebutkan Yopi, setiap rekomendasi kebijakan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan atau regulasi, kemudian diikuti oleh program strategi yang terimplasi dan berdampak positif untuk daerah masing-masing
"Kami harapkan melalui forum koordinasi riset dan inovasi nasional tahun 2025 ini dapat menjadi wadah kolaboratif untuk mengidentifikasi isu-isu strategis dan potensi unggulan daerah, yang nantinya sebagian dapat diusulkan untuk menjadi kajian kolaboratif bersama tahun 2026," katanya.
Yopi menambahkan, selaras dengan RPJMN dan RPJMD 2025-2029, BRIDA/BAPPERIDA optimal telah menjadi salah satu indikator capaian bersama.
Tapi kata dia, BRIN memahami bahwa BRIDA/BAPPERIDA tidak akan bisa kerja sendiri-sendiri, untuk itu perlu dukungan yang sangat kuat dari pimpinan daerah dan juga manajemen serta berbagai pemangku kebijakan lainnya.
"BRIN selalu berkomitmen memperkuat peran BRIDA/BAPPERIDA sebagai simbol utama ekosistem inovasi daerah, dan BRIN juga siap bertindak sebagai mitra strategis Pemda dalam menghadirkan solusi ilmiah," lanjutnya.
Yopi berharap kedepannya seluruh anggota BRIDA/BAPPERIDA serta seluruh OPD yang dalam proses transformasi menjadi BRIDA/BAPPERIDA semakin memperkuat jejaring, memperluas kemitraan lintas sektor dan berperan aktif dalam membangun ekosistem riset inovasi daerah yang kolaboratif, berkelanjutan, berdaya saing serta berdampak nyata bagi masyarakat.
"Setiap daerah memiliki keunikan, setiap daerah memiliki keunggulan, dengan riset mari kita kembangkan, dengan inovasi mari kita majukan," tutupnya.
(Mediacenter Riau/ip)