SELATPANJANG – Pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 yang diselenggarakan oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Meranti telah resmi berakhir. Operasi yang berlangsung selama dua minggu, terhitung sejak 17 hingga 30 November 2025, ini difokuskan utama pada peningkatan disiplin dan kesadaran pengendara dalam berlalu lintas di kabupaten termuda di Provinsi Riau tersebut.
Berdasarkan data rekapitulasi yang dirilis oleh aparat kepolisian, tercatat bahwa selama 14 hari pelaksanaan operasi, sebanyak 922 teguran telah diberikan kepada para pengendara. Menariknya, pendekatan yang diusung oleh Polres Kepulauan Meranti berhasil menciptakan kondisi di mana tidak ada satu pun tindakan tilang yang dikeluarkan.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, melalui Kasat Lantas AKP Sardianto SE, menjelaskan bahwa strategi pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini secara tegas menekankan pendekatan edukatif dan persuasif alih-alih bersifat represif. Hal ini menjadi kunci dalam upaya menciptakan budaya tertib lalu lintas.
"Langkah ini diambil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas tanpa harus mengedepankan pemberian sanksi. Fokus kami adalah mengedukasi masyarakat, bukan sekadar menghukum," ujar AKP Sardianto, pada Senin (1/12/2025).
Menurutnya, 922 teguran yang dikeluarkan umumnya ditujukan kepada pelanggaran yang bersifat administratif dan dianggap tidak membahayakan keselamatan secara langsung. Meski tanpa tilang, pihak kepolisian menilai bahwa tingkat kepatuhan masyarakat menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode operasi sebelumnya.
AKP Sardianto menambahkan bahwa, selain pemberian teguran lisan maupun tertulis, petugas di lapangan juga aktif melakukan kegiatan sosialisasi. "Petugas juga membagikan brosur keselamatan, melakukan sosialisasi mengenai pentingnya tertib lalu lintas, serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan budaya berkendara yang aman," ungkapnya.
Pihak kepolisian juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama yang ditunjukkan oleh masyarakat Kepulauan Meranti. Kerjasama ini dinilai telah turut membantu menciptakan suasana lalu lintas yang aman dan kondusif selama Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 berlangsung.
"Dengan berakhirnya Operasi Zebra tahun ini, kami berharap budaya tertib lalu lintas yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan, sehingga angka kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin dan keselamatan seluruh pengguna jalan di Kepulauan Meranti tetap terjaga," pungkas AKP Sardianto.
(Mediacenter Riau/bgs)