Sabtu, 29 Rajab 1447 H | 17 Januari 2026
Laporan BNPB: Solok, Agam, dan Tanah Datar Jadi Fokus Perbaikan Jalan Nasional Pasca Bencana
Foto : Akses di wilayah Silungkang yang sempat terputus akibat bencana banjir bandang secara bertahap mulai dapat dilalui kembali. Sejumlah titik, termasuk di Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang Kec. Palembayan Kab. Agam, akses masih terputus karena timbunan material lumpur, batu dan kayu, Rabu (3/12). (BNPB)

PADANG – Penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) terus dioptimalkan, terutama terkait pemulihan akses jalan dan jembatan yang rusak parah. Kerusakan akses ini menjadi penghambat utama pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak di berbagai wilayah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, PhD., mengatakan bahwa fokus penanganan saat ini adalah membuka kembali jalur-jalur vital yang terputus. Data mencatat kerusakan mencapai total 555 titik di berbagai tingkatan jalan, meliputi 321 titik di jalan kabupaten-kota, 172 titik di jalan provinsi, dan 62 titik di jalan nasional.

“Kondisi jalan yang terdampak sangat menghambat penanganan darurat. Oleh karena itu, kami telah mengerahkan total 25 unit alat berat yang fokus bekerja memperbaiki jalan nasional di berbagai titik, seperti di Kabupaten Solok, Agam, dan Tanah Datar,” jelas Abdul Muhari pada Rabu (3/12/2025).

Ia menambahkan bahwa Balai Pelaksana Jalan Nasional dan Dinas Bina Marga Sumbar bekerja sama penuh untuk pemulihan akses. Selain perbaikan jalan, dibutuhkan pula pemasangan jembatan darurat bailey untuk memulihkan konektivitas.

“Sebanyak 22 unit jembatan darurat dibutuhkan, mencakup delapan kabupaten dan kota, termasuk Agam, Pasaman, Padang Pariaman, dan Kota Padang, yang menjadi titik-titik terisolir,” Abdul Muhari menyebut.

Perkembangan di lapangan pada Rabu (3/12) menunjukkan personel gabungan terus membersihkan material longsor. Pembersihan material lumpur, batu, dan kayu dilakukan intensif di lokasi seperti Jorong Tantaman, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Agam, di samping upaya normalisasi sungai di Pesisir Selatan.

Menyikapi masih adanya daerah yang terisolir, khususnya di Kota Padang, Padang Pariaman, dan Agam, distribusi bantuan pangan dan non-pangan dioptimalkan melalui jalur udara.

Abdul Muhari memaparkan data distribusi per Rabu (3/12) pukul 18.00 WIB. Distribusi bantuan via udara hari ini telah berhasil menyalurkan sekitar 6,5 ton bantuan. Wilayah Kabupaten Agam menerima porsi terbesar dengan 4,1 ton, diikuti Padang Pariaman 843 kg, dan Solok 808 kg.

"Jenis bantuan meliputi sembako, makanan bayi, obat-obatan, hingga kasur lipat,” papar Abdul Muhari, PhD.

Secara kumulatif, total berat bantuan pangan dan non-pangan yang telah didistribusikan oleh BNPB bersama Basarnas dan TNI melalui transportasi udara sejak tanggal 28 November hingga 3 Desember 2025 telah mencapai 18 ton. Upaya ini akan terus dilanjutkan hingga semua masyarakat terdampak, terutama yang berada di lokasi terisolir, mendapatkan pasokan yang memadai.

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Mendes: Indonesia Maju Harus Dimulai dari Desa

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:31:10 WIB

Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Seluruh Indonesia

Senin, 12 Januari 2026 | 15:47:57 WIB

Sumsel United Taklukkan PSPS Pekanbaru 3-2

Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:43:40 WIB

Pemda Diminta Waspadai Cuaca Ekstrem dan Antisipasi Bencana

Senin, 22 Desember 2025 | 19:43:12 WIB

Pemda Diminta Antisipasi Lonjakan Harga Jelang Nataru

Senin, 22 Desember 2025 | 18:14:40 WIB