Sabtu, 29 Rajab 1447 H | 17 Januari 2026
Penerapan SOP Kebersihan, Langkah SPPG Jamin Kualitas Hidangan untuk Siswa di Pekanbaru

Pekanbaru - Dalam menjamin kualitas hidangan, standar kebersihan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi menjadi perhatian utama pengelola. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pekanbaru Sukajadi Pulau Karomah, selalu komitmen menerapkan segala petunjuk teknisnya.

Perwakilan dari Yayasan Putra Riau Membangun, SPPG Sukajadi, Dodi Sukma, mengatakan bahwa kualitas makanan tidak hanya dinilai dari bahan pangan saja. Lebih dari itu, food tray atau ompreng yang digunakan untuk menyajikan makanan kepada peserta didik selalu dalam kondisi terbaik dan higienis.

“Kualitas food tray ini sangat kami jaga sekali kebersihannya. Orang yang mencuci ompreng sudah sesuai SOP dari petunjuk teknis yang berlaku,” katanya di Pekanbaru, Jumat (05/12/2025).

Setelah melalui proses pencucian, ompreng tidak langsung digunakan kembali. Dodi menjelaskan bahwa seluruh wadah makan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam mesin oven pengering khusus untuk memastikan wadah benar-benar kering dan aman dipakai.

“Setelah dicuci bersih, ompreng ini dimasukkan ke dalam oven pengering. Wadah makan stainless kering secara cepat, merata, dan higienis menggunakan aliran udara panas,” jelasnya.

Teknologi oven pengering ini dinilai sangat membantu menjaga standar kebersihan karena bekerja lebih efektif dibandingkan metode pengeringan manual. Terlebih, komitmen SPPG Sukajadi dalam menjaga kualitas ompreng menjadi bagian penting dari upaya menjamin konsistensi kualitas layanan MBG. 

“Alat ini menghilangkan sisa air pada wadah agar siap pakai. Sehingga tidak perlu diangin-anginkan manual, dengan begitu dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan menjaga kebersihannya,” lanjutnya.

Selain menjaga standar pengolahan, pihaknya juga menyiapkan langkah antisipatif jika terdapat ompreng yang tidak layak pakai. Dodi memastikan bahwa setiap kerusakan langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu lama. 

“Kalau misalnya ditemukan ompreng yang tidak layak pakai lagi, pasti kami langsung menggantinya. Karena dari awal, kami sudah membeli lebih sebanyak 4.000 ompreng,” tambah Dodi.

Diungkapkan, seluruh proses pengolahan makanan dilakukan sesuai standar profesional untuk menjaga kualitas menu makanan. Dodi menerangkan, petugas masak yang menangani proses produksi makanan telah mendapatkan pelatihan khusus dan mengantongi lisensi sebagai bukti kompetensi. 

“Seluruh petugas masak di dapur ini sudah mendapatkan pelatihan khusus dan sertifikasinya. Jadi prosedur kerja mereka sudah mengikuti standar keamanan pangan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, SPPG Kota Pekanbaru Sukajadi Pulau Karomah berhasil mendapatkan piagam dari Kedeputian Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). Penghargaan ini diberikan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terbaik. 

Penilaian BGN berdasarkan kedisiplinan, kepemimpinan, menu SPPG. Kemudian kepatuhan menjalankan SOP, meminimal terjadinya KLB, serta tertib dan taat administrasi SPPG.

Tak hanya itu saja dapur tersebut telah mengantongi sertifikat halal dan Laik Higiene Sanitasi yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru untuk Yayasan Putra Riau Membangun. Sertifikat ini menyatakan bahwa satuan pelayanan pemenuhan gizi tersebut telah memenuhi persyaratan administratif dan hasil pemeriksaan uji kelayakan.

(bib)

(Mediacenter Riau/bib)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )