Sabtu, 29 Rajab 1447 H | 17 Januari 2026
Saatnya Pelaku Ekraf Riau Memilih: Ekspresi Seni atau Fokus Ekonomi
Ilustrasi pertunjukan seni di Pekanbaru Riau

Pekanbaru — Dunia ekonomi kreatif (ekraf) kerap disalahpahami oleh sebagian masyarakat sebagai ranah yang dipenuhi oleh para seniman. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Riau, Beni Febrianto menegaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara seniman dan pekerja seni, terutama dalam konteks industri kreatif yang terus berkembang saat ini.

Dalam wawancara yang dilakukan, Beni menjelaskan bahwa seorang seniman bekerja sepenuhnya berdasarkan imajinasi dan ekspresi pribadi. Mereka mengeluarkan kreativitas mereka menjadi sebuah barang tanpa menjadikan pasar sebagai pertimbangan utamanya.

“Seniman itu tidak memikirkan pasar. Karya dibeli atau tidak, ditawar atau tidak, bukan menjadi masalah. Yang penting mereka mengekspresikan buah imajinasinya sendiri,” ujar Beni di Kantornya, Selasa (9/12).

Namun, Beni lanjutkan, berbeda halnya dengan pekerja seni, yang menurutnya memiliki peranan penting dalam menggerakkan roda ekonomi kreatif. Pekerja seni dituntut untuk mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri dan selera pasar yang dinamis.

“Pekerja seni mengeluarkan inspirasi sesuai apa yang pasar mau. Model sekarang dari berbagai sektor harus mengikuti kemauan pasar saat ini,” jelasnya.

Ia mencontohkan bahwa saat ini pasar global sangat dipengaruhi tren dari Korea Selatan, mulai dari musik hingga fesyen. Alhasil, pelaku ekraf perlu mampu menghadirkan karya yang relevan dengan permintaan pasar, namun tetap mempertahankan identitas budaya dan karakter pribadi.

“Pasar terbesar saat ini berkiblat ke Korea. Musik, fesyen, hampir semua mengikuti itu. Pelaku ekraf harus menyesuaikan dengan permintaan pasar, tapi tetap dengan touching (sentuhan) kita, harus masih ada ciri khas dari kita,” tambahnya.

Kepada para pelaku ekonomi kreatif di Riau, ia menyampaikan pesan penting yaitu menentukan tujuan sejak awal. Jika masuk ke sektor ekraf dengan orientasi ekonomi, maka sikap dan pendekatan yang diambil harus seperti seorang pekerja seni. Namun, jika fokusnya semata-mata pada ekspresi seni, maka menjadi seniman adalah pilihan yang tepat.

“Teman-teman harus paham, jika muara yang dicari adalah ekonomi di sektor ekonomi kreatif, jadilah pekerja seni. Tapi jika ingin murni berkarya seni, jadilah seniman,” tuturnya.

(Mediacenter Riau/mrs)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

Inflasi Riau 2025 Stabil dan Raih Apresiasi TPIP

Selasa, 06 Januari 2026 | 08:50:16 WIB

BPS: Hunian Hotel Berbintang di Riau Terus Bergerak Naik

Senin, 05 Januari 2026 | 17:25:05 WIB

12 Posko Nataru Disiagakan di Jalan Lintas Riau

Kamis, 25 Desember 2025 | 13:15:16 WIB