Sabtu, 29 Rajab 1447 H | 17 Januari 2026
Mendagri: Jangan Manfaatkan Peningkatan Penumpang Nataru untuk Naikkan Tarif Angkutan
Terminal bus Antar-kota Antar-provinsi (AKAP) Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Pekanbaru, Riau (Foto: Heru Maindikali).

PEKANBARU - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan pentingnya pengendalian tarif transportasi dan kelancaran arus mobilitas menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Ia meminta seluruh pemda dan stakeholder terkait memperkuat koordinasi demi memastikan kenyamanan masyarakat selama periode perjalanan puncak akhir tahun.

Mendagri Tito menyampaikan bahwa jalur darat dan laut menjadi fokus utama karena selalu mengalami peningkatan volume perjalanan. Hal tersebut disampaikannya saat melakukan rapat koordinasi secara virtual di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Kamis (11/12/2025).

“Terutama jalur darat dan laut. Biasanya akses darat akan mengalami kemacetan, kita bekerja sama dengan semua stakeholder termasuk kepolisian, perhubungan,” katanya.

Dijelaskan, pengelolaan arus kendaraan harus dipersiapkan lebih awal, terutama di titik-titik rawan kemacetan, pelabuhan penyeberangan, terminal, dan jalur wisata. Pemerintah pusat juga telah menyiapkan strategi bersama aparat dan Kementerian Perhubungam untuk mengurai lalu lintas serta menjaga kelancaran perjalanan.

Ia menambahkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto melalui Menko telah mengumumkan kebijakan pemberian diskon untuk warga. Kebijakan ini diambil untuk membantu masyarakat serta mencegah lonjakan harga tiket selama masa puncak libur. 

"Pak Presiden melalui Menko sudah mengumumkan untuk memberikan diskon untuk angkutan udara, laut, maupun darat. Kita akan mendiskusikan dengan Menteri Perhubungan kepada pihak-pihak angkutan agar memberikan diskon sekitar 13-14 persen harga tiket," jelasnya.

Diungkapkan, agar seluruh operator transportasi tidak justru memanfaatkan peningkatan jumlah penumpang untuk menaikkan harga hingga batas acuan tertinggi. Menurutnya, langkah tersebut hanya akan membebani masyarakat dan berpotensi memicu inflasi.

“Jadi, jangan dengan peningkatan penumpang malah mengambil harga acuan tertinggi untuk tiketnya. Itu namanya memberatkan rakyat,” ungkapnya.

Kenaikan tarif tiket pada periode libur nasional, akan berdampak langsung terhadap stabilitas harga umum, terutama di daerah dengan dominasi transportasi laut dan darat. Karena itu, pemerintah ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen menjalankan kebijakan pengendalian tarif.

Mendagri Tito juga meminta pemerintah daerah aktif mengawasi tarif transportasi lokal. Potensi lonjakan penumpang pada masa Nataru tidak boleh dijadikan alasan untuk menaikkan harga tiket.

"Untuk daerah saya minta kerja sama untuk tidak menaikkan harga transportasi lokal. Walaupun penumpang bakal meningkat, baik darat maupun yang di laut dan sungai jangan dinaikkan harga tiketnya," pungkasnya.

(Mediacenter Riau/bib)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )