Pekanbaru - Badan Riau Creative Network (BRCN) kembali menegaskan komitmennya mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif di Riau. Pada November lalu, Sekretaris BRCN, Raynzi Solihinakta, bersama Ketua BRCN dan tim Riau Creative Hub, menghadiri Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 yang digelar di Kota Batu, Malang.
Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Riau untuk melihat langsung bagaimana praktik pengelolaan kota kreatif dijalankan di daerah lain. Melalui interaksi dengan pengelola Malang Creative Center (MCC) dan berbagai komunitas yang terlibat, tim BRCN memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai bagaimana kolaborasi dan tata kelola ruang kreatif dapat mendorong pertumbuhan sektor kreatif secara berkelanjutan.
Raynzi mengakui bahwa ia sangat terkesan dengan dinamika ICCF kemarin. Ia ingin mengadopsi praktik yang menyatukan semua pelaku di dalamnya, tanpa menjatuhkan, dan selalu merangkul satu sama lain.
“Riau Creative Hub mungkin satu-satunya Creative Hub yang mendapat sistem pengelolaan paling penuh dari pemerintah provinsinya. Tapi menurut saya, yang paling keren itu Malang dan Jogja,” ujarnya, Rabu (10/12).
Ia menjelaskan bahwa Creative Hub Yogyakarta digerakkan oleh sektor swasta, sedangkan Malang ditopang kuat oleh pemerintah kota. Hal ini memperlihatkan bahwa keduanya memiliki karakter berbeda namun sama-sama efektif.
ICCF 2025 menjadi momentum penting bagi BRCN, terkhusus Raynzi. Raynzi menjelaskan dengan kekaguman bagaimana ia menyaksikan bagaimana kota kreatif di Malang ditata, dijalankan, dan dikembangkan.
“ICCF kemaein menunjukkan kepada kami seperti apa kota kreatif sebenarnya. Kota kreatif seperti itu bisa menjadi sumber PAD masa depan,” tambahnya.
Raynzi lanjutkan, pada tahun 2021, ICCF juga pernah diselenggarakan di Riau dengan rangkaian kegiatan yang berpusat di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak. Dengan pengalaman dan peninjauan langsung ke kota lain, BRCN optimis Riau dapat terus mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat dan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
(Mediacenter Riau/mrs)