Kamis, 24 Ramadhan 1447 H | 12 Maret 2026
Dari Alam ke Dalam Pot, Begini Penilaian Bonsai Terbaik di Homeland of Melayu II

PEKANBARU - Dalam Pameran Nasional Pesona Bonsai Homeland of Melayu II, keindahan itu diuji melalui penilaian yang ketat dan sarat filosofi. Miniatur unggulan dinilai dari gerak dasar, kesan usia, dan kesetiaannya pada alam. Sehingga, setiap lekuk batang, arah cabang, hingga kerimbunan daun adalah hasil dialog antara manusia dan tumbuhan.

Ketua Dewan Juri, Kuswanda, mengatakan bahwa dasar penilaian bonsai tetap berpijak pada alam. Bonsai yang baik bukanlah pohon yang dibentuk sesuka hati, melainkan miniatur merepresentasikan pohon alami dalam ukuran yang lebih kecil.

“Pada dasarnya penilaian itu harus menyerupai pohon yang ada di alam. Tetapi bagaimana pohon tersebut bisa menjadi miniatur di dalam pot,” kata Kuswanda, di Halaman MTQ Pekanbaru, Sabtu (13/12/2025).

Dijelaskan, keindahan bonsai terletak pada kesesuaian anatomi. Setiap elemen harus mengikuti sifat alami tanaman, mulai dari struktur batang hingga susunan cabang yang teratur dan proporsional.

“Anatominya harus mengikuti sifat tanaman. Tetap kita atur cabang pertama, cabang kedua, dan berikutnya. Gerak dasarnya dilihat dari bonsai itu sendiri, jadi tidak bisa sembarang asal tanam saja,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa karakter setiap jenis pohon juga memengaruhi kesan visual. Ada tanaman yang cepat memberi kesan tua, sementara jenis lain tetap terlihat muda meski daunnya sudah rimbun.

“Jenis pohon itu ada yang cepat terkesan tua. Ada juga yang terlihat muda terus, meski cepat rimbun daunnya. Kalau santigi, memang dari alamnya sudah tua, batangnya bagus,” tambahnya.

Pengalamannya mengikuti pelatihan bonsai di Jepang semakin memperkaya sudut pandang dalam menilai. Di negeri asal seni bonsai tersebut, usia dan ketahanan pohon menjadi salah satu tolok ukur utama.

Sehingga, filosofi itulah yang kemudian tercermin dalam penilaian di pameran ini. Semakin matang usia dan bentuknya, semakin tinggi pula nilai artistik sebuah bonsai.

“Di Jepang, bonsai yang paling baik itu umurnya di atas 50 tahun dan tetap hidup. Bahkan ada bonsai yang berusia 300 sampai 500 tahun dan tetap terawat di dalam pot,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pameran Nasional Pesona Bonsai Homeland of Melayu II, Akbar Prabowo, menyampaikan bahwa penilaian dilakukan secara berjenjang sesuai kelas yang ditetapkan panitia. Dari seluruh kelas yang diperlombakan, satu bonsai dinilai paling menonjol. Tumbuhan tersebut berhasil menyatukan unsur usia, keserasian, dan karakter alami pohon secara seimbang.

“Di sini kami membagi dalam empat kelas, yakni kelas bahan, pratama, madya, dan utama. Terbaik dari yang terbaik adalah bonsai anting putri milik peserta dari Jakarta. Dinilai dari tingkat kematangan, tingkat ketuaan, keserasian, termasuk gerak dasar pokoknya,” ujarnya.

Menariknya, jenis anting putri juga mendominasi kategori pratama dan madya. Hal ini menunjukkan eksisnya pembudidayaan bonsai jenis tersebut, di Provinsi Riau.

“Untuk kelas pratama dan madya, terbaiknya juga bonsai spesies anting putri. Di Riau ini memang banyak pembudidaya anting putri,” jelasnya.

Anting putri dikenal memiliki bunga putih yang menggantung indah, mudah dibentuk, dan toleran terhadap iklim tropis. Namun pameran ini tidak hanya menghadirkan satu jenis saja.

Berbagai spesies lain turut ditampilkan, seperti jeruk kingkit, kimeng, sancang, arjuna, hingga elegan. Keragaman ini memperkaya sudut pandang pengunjung tentang luasnya kemungkinan seni bonsai.

“Kalau bicara seni dan estetika, tentu itu soal selera. Tetapi pada dasarnya miniatur pohon ini harus tetap sesuai dengan bentuk alaminya,” tambah Akbar.

Ia menegaskan bahwa bonsai terbaik justru adalah yang minim campur tangan manusia. Semakin alami bentuknya, semakin tinggi nilai seni yang dihasilkan.

“Semakin bagus bonsai itu adalah yang sedikit campur tangan manusianya. Dalam pameran ini, rata-rata bonsai yang ditampilkan sudah berusia sekitar 30 tahun," pungkasnya.

(Mediacenter Riau/bib)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )