PEKANBARU - Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas kopi telah mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini didorong oleh berkembangnya budaya kedai kopi dan perubahan pola konsumsi generasi muda. Dengan meningkatnya daya beli dan paparan terhadap tren industri kopi global, generasi muda Indonesia telah memasuki budaya kopi gelombang keempat.
Kopi lokal berkualitas dan minuman es kopi berbasis susu dalam berbagai rasa yang sesuai dengan selera lokal, kini sedang menjadi tren. Minuman kopi berbasis susu seperti kopi gula aren, latte, dan butterscotch masih menjadi favorit konsumen kopi keliling di Kota Pekanbaru saat ini.
Kopi susu gula aren, yang kini jadi primadona di kalangan pecinta kopi, memiliki daya tarik yang tidak bisa diabaikan. Banyak masyarakat yang mengaku jatuh cinta pada kopi susu gula aren karena menawarkan kombinasi rasa manis alami gula aren yang khas, sensasi creamy dari susu, serta energi dari kafein. Kombinasi ini yang menjadikannya minuman favorit di segala cuaca dan gaya hidup kekinian, seringkali menjadi pilihan utama untuk relaksasi, teman bersosialisasi, atau bahkan peluang bisnis rumahan karena bahannya mudah didapat dan harganya terjangkau.

Di tengah meningkatnya permintaan masyarakat akan kopi praktis dengan harga terjangkau, merek lokal seperti Kopi Saka menjadi salah satu pemain yang paling diperhitungkan, khususnya di kalangan muda mudi seperti Gen Z.
Berbeda dari coffee shop konvensional, kopi keliling hadir dengan konsep yang lebih fleksibel. Penjual kopi keliling ini hadir menggunakan gerobak atau sepeda motor untuk menyajikan kopi secara langsung di lokasi strategis seperti kampus, kos-kosan, hingga area perkantoran.
Salah satu jenama yang kini mendapat banyak perhatian adalah Kopi Saka, sebuah bisnis kopi keliling yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Dengan harga mulai dari Rp 8.000 per cup dan cita rasa yang bersaing dengan kopi dari kedai tetap, Kopi Saka sukses menarik minat konsumen muda yang menginginkan kopi enak dengan harga terjangkau.
Setiap hari, dari pukul sembilan pagi hingga enam sore, seorang pria bernama Bima (27) setia melayani para pembeli dengan senyum ramah. Ia mengenakan topi berwarna hijau dengan brand Saka, sibuk menuang biang kopi ke dalam cup yang sudah berisi es batu.
“Kami mulai berjualan itu dari pukul 10.00 hingga 18.00 WIB. Sehari bisa terjual 150 an cup, kalau ramai bisa lebih. Hanya saja beberapa minggu terakhir ini, cuaca tidak menentu, kadang panas kadang hujan. Kalau hujan seperti beberapa waktu terakhir ini dibawah itu, tergantung cuaca,” ungkap Bima, Sabtu (13/12/2025).
“Kami menggunakan campuran espresso dari biji kopi pilihan dengan susu segar dan gula aren murni. Rasanya balance, tidak terlalu manis dan rasa kopinya tetap kuat,” tambahnya.
Ia mengaku sudah bergabung dengan Saka Kopi dari awal buka, untuk saat ini menetap di Jalan Cut Nyak Dien, di samping Kantor Gubernur Riau dan Menara Dang Merdu BRK Syariah. Di Saka Kopi ini, terdapat berbagai jenis minuman kopi tersedia, harga yang terjangkau, kualitas yang lumayan. Salah satu menu yang paling banyak diminati adalah kopi susu aren.
“Dari awal jualan, melihat minat konsumen di Pekanbaru yang paling best seller itu kopi susu aren. Bisa diprediksi untuk tahun 2026 mendatang, tren kopi keliling di Pekanbaru ini masih jatuh aren kopi,” sebutnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Della Mustika, Manajer Operasional Kopi Saka, menegaskan bahwa konsistensi rasa dan pelayanan tetap menjadi kunci management Saka untuk mempertahankan pelanggan.
“Yang kami pegang teguh konsisten rasa dengan menyuguhkan kopi yang berkualitas dan pelayanan yang ramah ke pelanggan. Kami ingin masyarakat tetap setia dengan kopi kami karena mereka tahu kualitasnya seperti apa," kata Della.
Tak jauh dari area Cut Nyak Dien tersebut, kopi gerobak bernama Kopi Ajoe juga menjadi salah satu yang dikenal ramai pembeli. Ridwan, sang penjual, sudah berjualan sejak awal tren kopi keliling ini mulai muncul di Pekanbaru. Gerobaknya juga menggunakan sepeda listrik yang dimodifikasi dengan boks pendingin, dan bisa berpindah-pindah titik sesuai kebutuhan.
"Kalau lagi ramai, saya bisa habis 100 cup. Paling laku itu kopi susu gula aren dan kopi karamel. Banyak juga yang pesan kopi dengan rasa strong, terlebih ciwi-ciwi yang pecinta kopi manis mereka lebih doyan kopi susu,” kata Ridwan.
(Mediacenter Riau/nb)