PEKANBARU - Kopi memainkan peran sentral dalam perekonomian malam di Jalan Cut Nyak Dien, Kota Pekanbaru (berdasarkan rujukan pemerintah daerah tentang kawasan kuliner malam). Peran ini bukan hanya sekadar minuman dan berfungsi sebagai penggerak ekonomi mikro saja namun juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat Kota Pekanbaru .
Jalan Cut Nyak Dien, yang berada di jantung Kota Pekanbaru, kini telah menjelma menjadi salah satu titik kumpul yang paling diminati oleh kalangan muda mudi.
Setiap sore hingga malam hari, kawasan ini dipadati remaja dan mahasiswa yang berkumpul sambil menikmati makanan ringan, menyeruput kopi, atau sekadar berbincang santai bersama teman.
Tren ini mulai tumbuh sejak tahun 2024 yang lalu, seiring dengan menjamurnya kedai kopi kekinian, food truck, hingga gerai makanan yang mengusung konsep estetik dengan beragam menu dan harga yang terjangkau dikantong mahasiswa.
Pedagang di kawasan Cut Nyak Dien ini juga tampak antusias. Sejak sore hari, mereka mulai menata meja dan kursi agar pengunjung bisa menikmati hidangan dengan nyaman. Menu yang ditawarkan pun sangat beragam mulai dari dimsum, sate taichan, donat, mochi, waffle, sostel, sushi, makanan berat seperti pecel lele, rice bowl, bakso dan sebagainya hingga minuman kekinian seperti kopi susu gula aren dan thai thea, smoothies bahkan makanan viral kekinian pun banyak dijual di area Cut Nyak Dien, Pekanbaru.
Didukung pencahayaan jalan yang memadai serta penampilan musik jalanan dari seniman lokal, suasana Cut Nyak Dien terasa hidup dan menghibur.
“Saya suka tempat yang terbuka seperti di Cut Nyak Dien ini, banyak pilihan tempat makan, suasananya ramai tapi tetap nyaman. Kadang ada live music juga, jadi makin seru nongkrong di sini bareng teman-teman kampus atau sama sepupu,” kata Jeaniver Tora Olivia, salah satu Mahasiswa Fakultas Hukum Unri yang doyan nongkrong di Cut Nyak Dien.
“Saking seringnya nongkrong disini ya kak, bisa dari jam 9 malam sampai jam 1 untuk duduk dan ngobrol bahkan main game uno. Aku juga suka ngopi sih, kulineran disini kan banyak ragamnya, yang jual kopi juga bukan hanya satu outlet jadi ya kalau bosen di satu tempat kita bisa berjalan ke tempat yang lainnya,” terangnya.
Fenomena ini pun, turut membawa berkah bagi para pelaku usaha kecil, seperti stand kopi yang berjualan di sekitar area Cut Nyak Dien tersebut.
“Alhamdulillah, jualan makin laris sejak banyak anak muda nongkrong di sini. Mereka suka beli minuman dingin atau makanan ringan," ujar Dika Ananda, owner DA Coffe salah satu outlet kopi di Cut Nyak Dien.
“Kadang teman-teman mahasiswa saya yang dikampus juga nongkrongnya disini kak, ya selagi kita masih muda mah usaha seperti ini kan juga dapat membantu perekonomian keluarga juga bisalah menabung untuk masa depan kita,” sebutnya.
Menurut pantauan, area ini semakin ramai menjelang pukul 20.00. Banyak muda mudi yang berlalu lalang, beberapa pasangan terlihat berjalan beriringan di trotoar, sambil menikmati jajanan ringan dan berfoto di bawah lampu warna-warni. Beberapa bahkan sengaja datang dari luar kota hanya untuk merasakan atmosfer khas malam di Kota Pekanbaru ini.
Secara keseluruhan, kopi dan tempat-tempat yang menyediakan lapak usaha untuk anak muda berkarya dan mengembangkan dirinya adalah elemen vital yang mengubah Jalan Cut Nyak Dien menjadi kawasan yang ramai dan memiliki nilai ekonomi signifikan di malam hari.
(Mediacenter Riau/nb)