KAMPAR– Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru menggelar kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bersama tokoh masyarakat se-Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar. Kegiatan yang mengangkat tema pencegahan stunting dan keamanan pangan ini dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, kader posyandu, perangkat desa, serta unsur masyarakat lainnya.
Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander, memaparkan pentingnya keamanan pangan dalam mendukung pencegahan stunting. Menurutnya, stunting tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan gizi, tetapi juga dapat dipicu oleh infeksi berulang akibat konsumsi pangan yang tidak higienis atau mengandung bahan berbahaya.
"Stunting tidak hanya dipengaruhi oleh kekurangan gizi, tetapi juga oleh faktor kesehatan lainnya, termasuk infeksi yang berulang. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi pangan yang tidak aman, tidak higienis, atau mengandung bahan kimia berbahaya," jelas Alex Sander.
Dalam kesempatan tersebut, BBPOM Pekanbaru juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli produk pangan. Selain itu, masyarakat didorong untuk memanfaatkan potensi pangan lokal yang aman, bergizi, dan bermutu guna mendukung pemenuhan gizi, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat dalam upaya menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting,"terangnya.
sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Sahidin, menegaskan pentingnya peran tokoh masyarakat sebagai ujung tombak penyebaran informasi dan edukasi kepada warga terkait kesehatan keluarga, pemenuhan gizi, serta konsumsi pangan yang aman.
"Melalui bapak dan ibu tokoh masyarakat di Kecamatan Kampa ini, kami ingin memastikan pesan tentang pola hidup sehat dan konsumsi pangan yang aman benar-benar sampai dan diterapkan di setiap rumah tangga. Upaya menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa," ujar Sahidin.
Melalui kegiatan KIE ini, para tokoh masyarakat yang hadir menyatakan komitmennya untuk menyebarluaskan informasi dan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing. Edukasi tersebut akan disampaikan melalui berbagai forum, seperti wirid pengajian, pertemuan warga, rapat desa, hingga kegiatan adat.
"Diharapkan, kolaborasi antara BBPOM Pekanbaru, Komisi IX DPR RI, dan masyarakat dapat semakin memperkuat gerakan pangan aman serta mempercepat upaya pencegahan stunting demi mewujudkan Kecamatan Kampa yang sehat, cerdas, dan sejahtera,"harapnya.
(Mediacenter Riau/mlb)