PEKANBARU - Menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, persiapan fisik menjadi bagian penting bagi para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional. Di balik latihan intensif yang dijalani para putra-putri terbaik bangsa, terselip doa dan harapan orang tua agar mereka selalu diberikan kesehatan serta kekuatan hingga menjalankan tugas pada 17 Agustus mendatang.
Satu di antaranya datang dari Muhammad Isnaini Siregar dan Dina Afnita, mereka adalah orang tua dari Rizqy Aditya Siregar, putra asal Kabupaten Siak yang terpilih mewakili Provinsi Riau sebagai Paskibraka Nasional. Sebagai seorang ibu, Dina memahami bahwa tugas tersebut membutuhkan kondisi fisik prima, mental kuat, serta kedisiplinan tinggi.

Foto: Rizqy Aditya Siregar bersama Plt Gubernur Riau SF Hariyanto
Dina mengungkapkan, latihan fisik sebenarnya bukan hal baru bagi Rizqy. Sejak kecil, anak keduanya dari tiga bersaudara itu memang memiliki kegemaran berolahraga sehingga pelatinahan ini telah menjadi bagian dari kesehariannya.
"Alhamdulillah, memang anak saya itu udah dari kecil hobi olahraga. Terkait fisik, insyaallah dia kuat karena persiapannya dari sebelum ini sangat luar biasa," ujar Dina saat diwawancara Media Center Riau, Sabtu (15/08/2026).
Dijelaskan, sejak memasuki rangkaian pemusatan latihan Paskibraka Nasional, komunikasi antara Dina dan Rizqy menjadi sangat terbatas. Sejak 14 Juli lalu, ia mengaku tidak lagi dapat berkomunikasi langsung dengan putranya karena para peserta menjalani berbagai aturan dan kesibukan latihan.
"Semenjak tanggal 14 Juli yang lalu, saya tidak ada berkontak sama Rizqy. Mereka juga tidak dibolehkan memainkan HP dan pasti sibuk mempersiapkan berbagai latihan. Doa saya tentu untuk kondisi fisiknya selalu tetap kuat, sehat, dan jangan sakit. Apalagi saya yakin, dia di sana pasti mendapatkan asupan gizi yang baik dari panitia," jelasnya.
Untuk mengobati rasa rindu sekaligus memantau perkembangan putranya, Dina memanfaatkan informasi yang tersedia melalui media sosial resmi. Ia rutin mengikuti unggahan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Direktorat Paskibraka Nasional untuk melihat aktivitas para peserta selama berada di Jakarta.
"Walaupun gak bisa berkontak dengan Rizqy, tapi saya selalu memantau dia melalui Instagram resmi BPIP dan Direktorat Paskibraka Nasional. Senang, beberapa kali anak saya tampak di beberapa postingan," ungkapnya.
Dari berbagai video latihan yang dilihatnya, Dina melihat perubahan positif pada kondisi fisik Rizqy. Ia menilai putranya tampak semakin bugar, sementara kekompakan seluruh anggota Paskibraka dalam menjalankan latihan baris-berbaris juga terlihat semakin matang.
"Saya lihat videonya, fisik dia semakin bugar. Saat latihan baris berbaris, kekompakan mereka juga sempurna. Semoga ini dapat dipertahankan dan menjadi modal sukses untuk pelaksanaan pengibaran bendera pusaka pada 17 Agustus mendatang," tuturnya.
Dina juga belum mengetahui secara pasti posisi yang nantinya akan ditempati Rizqy dalam formasi Paskibraka Nasional. Namun, hal tersebut tidak mengurangi sedikit pun rasa bangga yang dirasakannya sebagai seorang ibu.
"Sampai saat ini saya belum mengetahui dia menjadi posisi apa. Tapi saya gak masalah terkait hal itu, soalnya dia sudah terpilih menjadi Paskibraka Nasional saya sangat bangga. Gak pernah kami menyangka," ucapnya.
Bagi Dina, menjadi Paskibraka Nasional saja sudah merupakan pencapaian besar bagi keluarganya. Dari seorang anak asal Siak, Rizqy kini mendapatkan kesempatan berdiri bersama putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia dalam momen bersejarah peringatan kemerdekaan bangsa.
"Insyaallah, nanti saya akan berangkat ke Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik pesawat, untuk melihat Rizqy saya beranikan diri melawan ketinggian," tambahnya.
Demi memastikan kehadirannya berjalan sesuai ketentuan, Dina juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Ia mendapatkan informasi mengenai tahapan yang harus dilakukan orang tua sebelum menghadiri upacara di Istana Merdeka.
"Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Kesbangpol Provinsi Riau. Nanti setibanya di Jakarta, orang tua wajib melakukan registrasi atau lapor diri dan verifikasi dokumen autentik sesuai undangan resmi agar dapat menghadiri langsung upacara 17 Agustus di Istana Merdeka," terangnya.
Di tengah persiapan fisik dan latihan yang terus dijalani Rizqy bersama anggota Paskibraka Nasional lainnya, Dina memilih menguatkan diri melalui doa. Ia menyadari bahwa sebagai seorang ibu, ada batas yang tidak dapat ia jangkau untuk mendampingi putranya secara langsung selama menjalani pemusatan latihan.
"Doa saya tak pernah henti untuk anak-anak, setiap malam setiap hari saya berdoa muluskanlah perjalanannya. Mohon doa juga dari seluruh masyarakat Riau agar anak kami dan seluruh anggota Paskibraka Nasional diberi kekuatan, kesehatan, dan dapat menjalankan tugasnya dengan lancar besok di Istana Merdeka," pungkasnya.