PEKANBARU - Cahaya lampu panggung dan riuh suara penonton menyatu di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru. Ribuan masyarakat yang memadati area konser larut dalam kemeriahan festival musik RANS Carnival yang menghadirkan berbagai penampil lintas genre untuk menghibur warga.

Di tengah semarak acara tersebut, penampilan grup musik The Panturas menjadi salah satu momen paling dinanti kawula muda. Band asal Jatinangor itu sukses menghidupkan suasana dan membuat lautan manusia berdendang bersama sejak awal penampilan mereka di atas panggung.
Baru beberapa menit naik panggung, dentuman musik khas surf rock langsung memecah suasana malam. Lagu “All I Want” yang dibawakan Acin dkk, seketika disambut teriakan dan nyanyian penonton dari berbagai sudut area konser.

Sorak-sorai penonton terdengar semakin kencang ketika vokalis The Panturas, Acin, menyapa masyarakat Pekanbaru dengan penuh semangat. Ia tampak menikmati antusias penonton yang tak berhenti melompat dan bernyanyi mengikuti irama musik.
“Pekanbaru mantap, kalian gokil. Tepuk tangan untuk kalian di sini, terima kasih RANS Carnival udah buat acara seperti ini di Pekanbaru,” ujar Acin di Halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (6/6/26).
Malam itu, suasana konser terasa begitu hangat dan akrab. Interaksi antara personel band dan penonton membuat pertunjukan tidak hanya menjadi konser musik biasa, tetapi juga ruang temu emosional antara musisi dan para penggemarnya.
Acin kemudian mengenang kedatangan mereka sebelumnya ke Kota Pekanbaru. Ia menyebut penampilan di RANS Carnival menjadi kali kedua The Panturas menyapa para penggemar di Kota Bertuah.

“Ini kali kedua kita manggung di Pekanbaru, pertama ke sini tahun 2023. Makanya, mari kita nikmati malam ini. Semoga kita bisa jumpa teman-teman lagi untuk seru-seruan di kota ini,” katanya.
Ucapan tersebut sontak membuat penonton kembali bersorak. Banyak penggemar tampak mengangkat tangan dan merekam momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka, seolah tidak ingin kehilangan satu detik pun dari penampilan band favoritnya.
Ketika lagu “Sunshine” dimainkan, suasana konser bertambah penuh energi. Ribuan penonton kompak melakukan sing along sambil melambaikan tangan mengikuti irama lagu yang dibawakan The Panturas.
Dari depan panggung hingga area belakang, suara penonton terdengar menyatu dengan vokal Acin. Beberapa di antaranya bahkan tampak mengikuti hentakan musik sambil bernyanyi tanpa henti sepanjang lagu berlangsung.
Momen paling epik terjadi saat lagu “Tafsir Mistik” menggema di Halaman Kantor Gubernur Riau. Dalam suasana malam yang dipenuhi cahaya panggung berwarna merah, ribuan penonton serempak menyalakan lampu dari telepon genggam mereka tanpa arahan siapapun.

Lautan cahaya itu menciptakan pemandangan yang memukau. Di tengah alunan musik surf rock yang mengalir hangat, para penonton tampak terbius menikmati setiap lirik.
Salah seorang penggemar The Panturas, Mutiara Amanda, mengaku sengaja datang bersama rekan-rekannya demi menyaksikan langsung penampilan band idolanya tersebut. Ia menyebut dirinya sebagai “ABK” yang siap berlayar bersama The Panturas.
“Kami memang nungguin banget The Panturas tampil di Pekanbaru. Dari awal udah siap jadi ABK malam ini. Seru banget, apalagi semua orang nyanyi bareng, rasanya pecah,” singkatnya.
(Mediacenter Riau/bib)